Perbedaan Telur Ayam dan Telur Bebek, dari Cangkang hingga Kandungan Nutrisinya

Perbedaan Telur Ayam dan Telur Bebek, dari Cangkang hingga Kandungan Nutrisinya

Meski mengandung nutrisi tinggi, namun tetap ada perbedaan antara keduanya yang perlu dipertimbangkan.

Telur, sebagai salah satu sumber protein utama dalam makanan, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia selama ribuan tahun. Di pasaran, kita bisa menemukan berbagai jenis telur, seperti telur ayam dan telur bebek yang sering menjadi pilihan favorit bagi banyak orang.

Meskipun kedua jenis telur ini tampak serupa dari luar, pada kenyataannya, ada sejumlah perbedaan yang menarik di antara keduanya.

Perbedaan Telur Ayam dan Telur Bebek

Perbedaan Telur Ayam dan Telur Bebek

Telur ayam dan telur bebek memiliki nilai gizi yang menakjubkan. Sebelum merasakan kelezatan dan manfaat yang ditawarkan, Anda mungkin ingin tahu apa perbedaan keduanya, terlebih jika Anda sering belanja tapi masih kesulitan membedakan telur ayam dan bebek.

1. Ukuran. Telur bebek biasanya lebih besar daripada telur ayam. Telur ayam yang besar beratnya sekitar 50 gram, sedangkan telur bebek beratnya sekitar 70 gram.

2. Cangkang. Telur bebek memiliki cangkang yang lebih keras dan tebal daripada telur ayam. Cangkang yang keras ini membuat telur bebek bisa disimpan lebih lama daripada telur ayam, sampai 6 minggu lamanya jika disimpan di dalam kulkas. Cangkang telur bebek juga memiliki warna yang bervariasi, seperti putih, hijau, biru, abu-abu pucat, atau hitam. Cangkang telur ayam biasanya berwarna putih atau coklat.

3. Kuning telur. Kuning telur bebek lebih besar dan lebih cerah daripada kuning telur ayam. Kuning telur bebek berwarna oranye keemasan, sedangkan kuning telur ayam berwarna kuning pucat atau cerah. Kuning telur bebek juga memiliki rasa yang lebih kaya dan lembut daripada kuning telur ayam.

4. Nutrisi. Telur bebek mengandung lebih banyak kalori, lemak, protein, kolesterol, vitamin A, vitamin B12, zat besi, dan fosfor daripada telur ayam. Namun, telur ayam mengandung lebih banyak vitamin D, selenium, dan asam folat daripada telur bebek. Kedua jenis telur ini sama-sama mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

5. Alergi. Telur bebek lebih mungkin menyebabkan alergi daripada telur ayam. Gejala alergi telur bebek bisa meliputi gatal-gatal, ruam, sesak napas, mual, atau muntah. Jika Anda memiliki alergi telur ayam, Anda juga harus menghindari telur bebek.

6. Kolesterol. Telur bebek mengandung lebih banyak kolesterol daripada telur ayam. Satu butir telur bebek mengandung sekitar 619 mg kolesterol, sedangkan satu butir telur ayam mengandung sekitar 186 mg kolesterol.

Artikel ini ditulis oleh
Andre Kurniawan Kristi

Editor Andre Kurniawan Kristi

Telur ayam dan telur bebek tidak hanya berbeda dari penampilannya. Kandungan gizi dan isi dalamnya ternyata juga berbeda.

Reporter