Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Letjen Agus Subiyanto menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) di Istana Negara Jakarta, Rabu (25/10). Agus menggantikan Jenderal Dudung Abdurachman yang memasuki masa pensiun pada November 2023. Pelantikan Agus berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 89 TNI tahun 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat.
"Mengangkat Letnan Jenderal Agus Subiyanto sebagai Kepala Staf Angkatan Darat,"Â Â bunyi keppres.
Bersamaan dengan pelantikan tersebut, Agus mendapatkan kenaikan pangkat dari Letnan Jenderal menjadi Jenderal terhitung sejak 25 Oktober 2023. Kenaikan pangkat tersebut ditetapkan melalui Keppres Nomor 90 TNI Tahun 2023 tentang Kenaikan Pangkat dalam Golongan Perwira Tinggi TNI.
Terlepas dari kabar tersebut, berikut potret masa muda Jenderal Agus Subiyanto.
Puncak masa pahit yang dilalui terjadi saat ia duduk di bangku kelas 2 SMA.
Saat itu, ayahnya Dedi Unadi yang juga seorang prajurit TNI berpangkat Sersan Kepala meninggal dunia. Ia harus tetap melanjutkan hidup bersama adik-adik dan ibu tirinya. Hidup mengandalkan uang pensiunan ayahnya.
Usai lulus SMA, Agus dan tiga kawannya berbocengan dengan sepeda motor. Saat itu, mereka tidak ada yang memakai helm. Akhirnya, mereka diamankan oleh polisi militer dan ditendangi dengan sepatu bersol hitam dari bahan kulit keras bergerigi.
instagram.com
Setelah penolakan yang ia alami, Agus Subiyanto diterima di Akmil Magelang dan lulus pada tahun 1991 dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Dia mengawali karir militernya sebagai Kasi Ops Sektor A di Timor Timur.
Agus pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di militer. Mulai dari, Dandim 0735/Surakarta tahun 2009-2011, Danrem 132/Tadulako periode 2017–2018, hingga Danrem 061/Suryakancana tahun 2020.
Agus diangkat menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) 2020-2021. Karir militernya naik saat ditunjuk menjadi Pangdam III/Siliwangi pada 2021–2022. Selanjutnya, dia menjadi Wakasad pada 2022.
Kini, ia sah menjadi KSAD baru menggantikan Jenderal Dudung.
This is notes