Saat kita berdiri di depan cermin, sering kali perhatian pertama yang kita curahkan adalah pada perut kita. Perut adalah salah satu bagian tubuh yang paling mudah terlihat dan sering menjadi fokus perhatian, baik oleh diri sendiri maupun orang lain.
Namun, tak jarang perut juga menjadi sumber kekhawatiran, terutama ketika ia mulai menggembung dan membentuk apa yang sering kita sebut sebagai "perut buncit."
Perut buncit memang sudah menjadi masalah umum yang dihadapi oleh banyak orang di seluruh dunia. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik, tapi juga berdampak pada kesehatan kita secara keseluruhan.
Namun, tahukah Anda bahwa perut buncit seringkali bukanlah hasil dari satu faktor tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai kebiasaan sehari-hari yang mungkin sering kita abaikan?
1. Stres
Ketika Anda stres, tubuh Anda akan menghasilkan hormon kortisol secara berlebihan. Hormon ini dapat memicu lemak untuk disimpan di bagian perut daripada disebar di seluruh tubuh.
2. Jarang berolahraga
Kurang berolahraga menyebabkan kalori yang masuk dari makanan atau minuman disimpan menjadi lemak di dalam tubuh. Orang yang tidak berolahraga selama 1 tahun dapat meningkatkan lemak di perut sebanyak 25-38%.
3. Kurang tidur
Memiliki waktu tidur yang cukup adalah penting untuk kesehatan. Banyak penelitian menemukan bahwa kurang tidur mampu meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan penumpukan lemak visceral. Jika tidur kurang dari enam jam setiap malam, Anda lebih berisiko memiliki perut buncit.
4. Minum minuman bersoda
Minuman bersoda mengandung gas karbon dioksida yang dapat membuat perut membengkak dan buncit. Selain itu, minuman bersoda juga mengandung gula atau pemanis buatan yang dapat meningkatkan kalori dan lemak dalam tubuh.
5. Konsumsi gula berlebihan
Gula tidak hanya berasal dari gula yang ditambahkan dalam minuman manis, tetapi juga dari makanan olahan, buah-buahan, dan karbohidrat sederhana. Gula dapat meningkatkan kadar insulin dan trigliserida dalam darah, yang dapat menyebabkan lemak disimpan di perut. Menurut Kementerian Kesehatan, setiap orang dianjurkan mengonsumsi gula sebanyak 10 persen dari total energi sekitar 200 kkal, atau empat sendok makan, atau 50 gram per hari.
6. Makan terlalu cepat
Makan terlalu cepat dapat membuat Anda tidak merasakan kenyang dan cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan. Selain itu, makan terlalu cepat juga dapat meningkatkan asupan udara saat menelan, yang dapat menyebabkan gas dan kembung di perut.
7. Mengonsumsi alkohol
Alkohol merupakan sumber kalori kosong yang tidak memberikan nutrisi bagi tubuh. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori harian dan menyebabkan penumpukan lemak di perut. Alkohol juga dapat mengganggu metabolisme lemak dan karbohidrat dalam tubuh.
Editor Andre Kurniawan Kristi
Sadar atau tidak, kebiasaan yang tampak sepele ternyata bisa mengubah penampilan kita jadi 'membengkak'.